Pelatihan Belajar Menulis PGRI Gelombang Ke 23 -24

Pertemuan Ke- 19


Resume Ke-19

Hari/Tanggal   : Senin, 28 Februari 2022

Materi              : Pemasaran Buku

Moderator       : Raliyanti

Narasumber     : Agus Subardana, S.E., M.M.

 

            Pada malam ini seperti biasa pelajaran diawali dengan salam dan doa semoga pelatihan bisa berjalan dengan lancar, oleh moderator yang tidak asing lagi yaitu Ibu Raliyanti yang akan membersamai Narasumber Bapak Agus Subardana, S.E., M.M. Belialah dari penerbit Andi Yogyakarta. Sebagai Direktur marketing penerbit Andi Offset, beliau sudah bekerja selama 17 tahun di penerbit Andi sejak awal tahun 1999 sampai dengan sekarang, Beliau menggeluti Bidang Pemasaran karena background S2 nya di jurusan Manajemen Pemasaran dan sering menjadi moderator berbagai event webinar. Dan pada mala mini akan berbagai mengenai Pemasaran Buku.

            Seperti biasa ada 4 sesi yaitu :

1.      Pembukaan

2.      Penjabaran materi

3.      Tanya jawab

4.      Penutup

Pada kesempatan kali ini Bapak Narasumber akan berbagi pengalaman mengenai pemasaran buku di seluruh Indonesia, serta pengalaman mengenai Strategi Pemasaran Buku Saat Pandemi.

Buku merupakan salah satu sumber ilmu pengetahuan dan sarana utama bagi proses pembelajaran serta sarana penyampaian informasi. Sejak usia dini, anak-anak telah dipekenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneka ragam terbitan buku. Dalam rangka mempersiapkan generasi muda yang cerdas dengan minat baca yang tinggi khususnya anak – anak telah diperkenalkan pada buku dan diajarkan untuk membaca beraneragam terbitan buku.

Fenomena menarik di industry penerbitan buku apada masa pandemic adalah bertumbuhnya penjualan di kanal online dan Directselling. Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik. Kenapa demikian, hal ini dapat dilihat dari jenis   .– jenis buku yang diterbitkan tersebut dikelompokan menjadi katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 kategori produk buku (katagori buku Anak, buku Bisnis, buku Pertanian, Buku Fiksi – Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks dll). Dari jenis – jenis kategori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkansegmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan. Pada umumnya kegiatan dengan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis. Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh factor yang meliputi :

1.    Factor Mikro yaitu perantara, pemasok, pesaing dan masyarakat

2.    Factor Makro yaitu demografi-ekomini, politik-hukum, teknologi-fisik dansosial-budaya.

Pada saat ini penerbit ANDI menjalankan bisnis penerbitan buku masuk dalam factor keduanya karena penerbit ini sudah termasuk Industri Penerbitan buku, dengan usianya mencapai 42 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 15.000 judul buku yang telah dikelompokan menjadi 32 katagori (dapat dikunjungi ke website : www.andipublisher.com)

Strategi Pemasaran buku yang telah dipetakan menjadi dua strategi pemasaran yaitu:

A. A. Strategi Pemasaran Buku Serangan Udara. ( On line )

1.      Pentingnya Transformasi Digital

Dampak dari pandemic COVID-19 telah mengubah dunia menuju era Low Touch Economy. Era ini ditandai dengan interaksi antar individu yang minim sentuhan fisik atau low-touch, kehausan mengecek kesehatan dan keselamatan, perilaku yang baru hingga pergeseran di sector-sektor industry, terutama sektorIndustri Perbukuan. Perubahan ini tentu akan berdampak ke banyak hal, mulai dari tempat bekerja, cara belajar-mengajar, kehidupan keluarga hingga aktifitas social. Strateginya yang utama yang kita pakai adalah Digital m,arketing dalam melakukan transformasi mendasar pada bisnis penerbitan buku. Adapun manfaat Digital Marketing antara lain :

·           Biaya lebih relative terjangkau atau murah

·           Daya Jangkauan sangat luas

·           Mudah menentukan target pasar buku yang akan kita tawarkan sesuai katagori

·           Komunikasi dengan konsumen lebih mudah

·           Lebih cepat popular

·           Sangat membantu meningkatkan penjualan

·           Mudah di evaluasi dan dikembangkan.

Ada lima Trategi On line, yaitu :

1.    Melakukan pengelolaan secar intens terhadap buku-buku best seller-nya yang saat ini   jumlahnya mencapai 100 best seller.

2.    Kami penerbit ANDI juga massif menggelar program Pre Order melalui took buku Online, e-Commerce, maupun reseller individu. “Tak hanya itu, kami juga menjual merchandise, e-book, hingga buat content.

3.    Penerbit ANDI juga melakukan optimalisasi di semua lini produk, baik optimalisasi di semua lini produk, baik optimalisasi promosi, brading, hingga reseller. “Objektifnya, buku sudah bukan lagi untuk dibaca, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat”.

4.    Penerbit ANDI juga melakukan optimalisasi stock produk melalui program bundling dan online.

5.    Penerbit ANDI Offset juga mengelola Dead Stock, yakni mengelola buku-buku yang tidak terjual melalui program diskon dan melakukan books fair / pameran buku secara Online.

      2.   Pemasaran Buku Lewat Komunitas.  

            Kita tentunya punya komunitas masing-masing sesuai dengan kapasitas kita untuk membentuk komunitas dan relasi, maka gunakanlah jaringan komunitas kita untuk sarana promosi dan penjualan buku. Penjualan lewat komunitas akan lebih efektive dan efisien Sehingga tingkat keberhasilan lebih tinggi penjualan buku yang kita tawarkan. Kuncinya kita harus proactive komunikasi dan interaksi dengan komunitas serta dapat menjaga integritas pribadi kita. Penerbit ANDI juga terus mengadakan aktifitas pemasaran lewat komunitas dengan mengadakan webinar lewat link Zoom, Live yoytube, TV, ANDI, dengan menarik tema-tema yang menarik.

     B.   Strategi pemasaran buku serangan Darat ( OF LINE )

            Untuk menguasai seluruh wilayah nusantara, melakukan pemetaan wilayah dengan membuka  cabang di tiap kota besar, penerbit ANDI mempunyai 90 cabang dari Aceh sampai Papua dan menempatkan tenaga pemasaran disetiap kantor cabang. Strateginya dikolompokan berdasrkan target pasar yang dituju, antara lain :

1.  Strategi pemasaran di Toko Buku

Penerbit Buku yang mampu memproduksi sendiri dan mempunyai mesin percetakan  sendiri sebagian besar sebagai pemasok Toko Buku di Indonesia. Untuk bisa masuk dan sebagi pemasok rutin di took buku maka kita perlu pemetaan jenis took buku. Took buku ini kita petakan menjadi tiga jenis yaitu Toko Buku Moderen, Toko Buku Semi Moderen, Toko Buku Tradisional.

Toko Buku yang masih active yaitu Gramedia, Togamas, Gunung Agung, Tradisional ini took yang setiap bulan masih dikirim buku-buku terbitan baru dari ANDI.

Tugas - tugas Marketing Toko Buku:

-          Merapihkan display

-          Cek stok

-          Menjalin hubungan baik dengan took

-          Skill selling

-          Menganalisa took

-          Melakukan RO (repeat order)

Tujuan Cek stok :

Menganalisa buku agar menghindari terjadinya stok habis (LOOS SALES). Caranya :     -    diambil daro kolektif data penjualan di masing-masing took setiap bulannya (cukup           ambil 20-30 judul buku yang banyak terjual)

-          Bisa juga dilakukan dengan berkeliling mengecek buku secara fisik (langsung yang stoknya dibawah 3 atau biasa sudah didisply punggung oleh took buku lalu bisa di ajukan RO.

-          Efektif dilakukan setiap hari untuk marketing Book Store yang memegang took besar dan dibawah 3 toko atau bisa dilakukan 2 hari sekali untuk 1 toko, berlaku untuk mbs yang memegang took diatas 5 store.

Menjalin Hubungan Baik dengan Toko :

-          Agar mudah mendapatkan disply khusus

-          Cepat mendapatkan informasi c/: pemesanan atau program khusus took.

-          Mudah mengajukan Repeat Order (RO).

-          Bila ada proyek dari sekolah/instansi merekomendasikan buku kita terlebih dahulu.

Caranya :

Entertain : jangan hanya waktu butuh sesuatu saja dan jangan juga terlalu sering, missal sebulan sekali atau dua kali.

                 Marketing Toko Buku juga harus bisa selling skill, artinya kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk menjual produk, baik itu berupa barang maupun jasa. Selling skill ini sangat menentukan apa yang akan dapatsukses atau tidaknya kita dalam berbisnis kita raih ke depannya; sukses atau tidaknya kita dalam berbisnis secara tidak langsung juga dipengaruhi oleh bagaimana kemampuan kita dalam menjual produk yang kita miliki.

                 Untuk mempertajam pemasaran di took buku kita lakukan Strategi Promosi di took buku Moderen ada berbagai macam cara yang perlu kita lakukan antara lain :

-          Mengusai disply buku, supaya tampilan buku terlihat dan menonjol

-          Mengadakan promosi di internal toko dengan memasang produk di Neon Box, X Banner.

-          Mengadakan bedah buku, Talkshow dan potongan harga pada buku tertentu atau periode tertentu.

-          Mengadakan event tematik sesuai moment bulan berjalan (program Ramadhan, program TAB, Program TAM, dll)

-          Masih banyak lagi program promosi di toko buku modern yang dapat kita lakukan, kuncinya kita proactive komunikasi dengan pihak internal toko buku modern tersebut.

Berikut contoh program yang diadakan :







 


Strategi Pemasaran Buku Directselling 

Direct selling atau penjualan langsung dapat menjadi cara yang efektif untuk membangun bisnis yang fleksibel dan berbiaya rendah. Cara ini memungkinkan kita untuk mengurangi biaya iklan, menghindari biaya overhead, dan membangun hubungan pelanggan yang tahan lama dan jangka panjang.

Produk-produk Penerbit ANDI Offset tersebut dipasarkan dan dijual langsung melalui perwakilan penjualan independen yang dikenal juga Sales Direct selling. Ini menghilangkan perantara yang terlibat dalam distribusi, seperti pedagang grosir dan pusat distribusi regional. Sebaiknya produk dikirim langsung dari produksen ke perusahaan penjualan, lalu ke perwakilan atau distributor dan terakhir ke konsumen. Produk yang langsung dijual biasanya tidak ditemukan di lokasi ritel tradional. Ini berarti menemukan distributor atau perwakilan adalah satu-satunya cara untuk membelinya. Pemasaran Buku melalui Directselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang diterbitkan. Jenis katagori buku penjualan lewat Directselling ini dibagi menjadi beberapa target pasar yaitu :

-          Buku Pendidikan ( Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).

-          Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kuliah

-          Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, Perguruan Tinggi, dan Umum dengan pemetaan jenis katagori tersebut di atas maka  maka sebagai Industri Penerbitan Buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual ( Sales).

Tugas Tenaga Penjual/Sales DIRECT SELLING tersebut kita beri tanggung jawab target sesuai maping areanya masing-masing yang bertugas :

 -   Kunjungan langsung ke tiap sekolah PAUD-TK, SD, SMP, SMA, SMK.

-  Kunjungan langsung ke setiap Kampus / Perguruan Tinggi untuk temui Dosen,   tiap Kaprodi, tiap Dekan, ke LPPM dan sampai ke para Rektor.

 - Kunjungan langsung ke setiap perpustakaan sekolah, perpus kampus,  perpustakaan daerah, dll. Dengan kunjungan langsung tersebut diharapkan dapat berinteraksi dengan membangun hubungan yang baik dengan pihak internal sekolah, kampus, perpustakaan,dll. Sehingga dampaknya hasil penjualan dapat meningkat.

Dilanjutkan Sesi Tanya Jawab

Ada beberapa pertanyaan dari para peserta dan  sudah dijawab 5 pertanyaan karena waktu sudah menunjukan pukul 21.25 dan Bapak narasumber juga ada kegiatan yang cukup padat maka pertanyaan dibatasi hanya 5 pertanyaan dan semua nya sudah dijawab dengan baik dan lengkap.

Untuk akhir pertemuan Bapak Narasumber memberikan closing Statement :

Teruslah menulis dalam bentuk buku Cetak atau buku digital karena dengan menulis maka karya Bapak Ibu akan di kenang selama – lamanya.

Pelatihan ditutup dengan Alhamdulillah dan terimakasih oleh Ibu Moderator.

Terimakasih ilmunya Bapak semoga bisa menjadi penyemangat bagi kami khususnya saya sebagai penulis pemula.

Salam Literasi. Dwi Yanti


 


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI