Resume Ke- 6

Pertemuan Ke-6 Gelombang 23 - 24


Materi : Menulis Buku Dari Karya Ilmiah

Moderator : Raliyanti

Narasumber : Noralia Purwa Yunita, M. Pd

Hari         : Jum’at, 28 Januari 2022

Pukul : 19.00 - 21.00 WIB




        Pelatihan di mulai pada jam 18.52 WIB, Seperti biasa moderator mengawali sapaan dengan salam serta memperkenalkan diri dengan nama Ibu Raliyanti, Beliau mengharap agar peserta  untuk menyimak pelatihan ini dengan tetap semangat dan membuat resume materinya.

Kemudian tepat pukul 19.00 membagi link absen dan no hp untuk memberikan pertanyaan.


Pada kegiatan pelatihan ini susunan acaranya ada 4 sesi yaitu :

  1. Pembukaan

  2. Pemaparan materi

  3. Tanya Jawab

  4. Penutup

        Moderator mempersilahkan untuk berdoa dulu sesuai dengan keyakinan masing-masing peserta, semoga pelatihan bisa berjalan sesuai rencana. Beliau memperkenalkan Narasumber kali ini adalah Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd Beliau mengajar di SMP Negeri 8 Semarang juga sebagai penulis, blogerr dan juga alumni peserta pelatihan belajar menulis PGRI yang karya bukunya tembus di penerbit mayor Andi Offset.

        Ibu Narasumber mengawali ini dengan memerkenalkan diri dan Beliau mengatakan tidak mengisi materi tapi hanya berbagi pengalaman tentang bagaimana cara menulis buku dari karya ilmiah, Beliau menyebutkan sebuah karya ilmiah bisa bermanfaat apabila karya tersebut di konversi menjadi sebuah buku, antara lain :

  1. Dapat dibaca oleh masyarakat awam

  2. Buku dapat diperjualbelikan, jadi ada keuntungan material yang dapat diperoleh

  3. Bagi para ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kridit

  4. Jika buku hasil konversi karya ilmiah banyak yang baca, banyak yang beli maka sebagai penulis akan dikenal dan dapat keuntungan

  5. Ilmu yang dimiliki dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah jadi buku

Materi

Trik Konversi KTI Menjadi Buku

Untuk format buku :

  • Judul

  • Kata pengantar

  • Prakata

  • Daftar isi

  • Isi buku

  • Daftar pustaka

  • Sinopsis

  • Profil penulis

  • Daftar gambar, indeks


Format KTI pada umumnya :

  • Judul

  • Lembar pengesahan

  • Kata pengantar

  • Halaman persembahan

  • Daftar isis

  • Pendahuluan

  • Tinjauan pustaka

  • Metode penelitian

  • Pembahasan

  • Kesimpulan

  • Daftar pustaka

  • lampiran

Cara Konversi KTI menjadi Buku

  1. Ubah buku

Biasanya judul buku KTI menggunakan bahasa ilmiah, kaki dan panjang. Judul buku lebih cenderung menggunakan bahasa populi dan singkat. Maksimal 5-6 kata.

Contoh : Judul Skripsi

“Efektivitas metode SEM berbasis MInd Map untuk meningkatkan keoerampilan pemecahan masalah siswa mata pelajaran Kimia kelas X SMA”.

Ketika diubah menjadi judul buku, menjadi :

“Mudah belajar Sains dengan metode SEMMI”

            Jadi lebih singkat, padat, namun tidak mengubah arti dari judul karya ilmiah yang telah

            Dibuat.


  1. Ubah daftar isi

Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa 

BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan ilmiah

BAB 2 landasan teori

BAB 3 metode penelitian yang berisi rumus-rumus statistika

BAB 4 hasil dan pembahasan

BAB 5 penutup yang berisi kesimpulan dan saran.


Namun ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi : ( ikuti pedoman 2W + 1H)

BAB 1 (why) menjelaskan pentingnya, alasan penggunaan metode itu untuk  pembelajaran. Masalah pembelajaran Sains dll

BAB 2 (apa) menjelaskan apa itu, karakteristik, ciri khas, dari metode/media/model yang menjadi fokus dari tulisan

BAB 3,4,5 dan seterusnya (how) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana penerapannya.

Boleh juga pengembangan materi dari bab 2 di KTI yang merupakan landasan teori ternyata berisi :

2.1. Hasil belajar

2.2. Media pembelajaran

2.3. Modul

2.4. Mpembelajaran

2.5. Pembelajaran berbasis riset


Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu :

Sub bab 2.1 hasil belajar menjadi 2 buku 

Bab 2 TEORI BELAJAR

2.1. Belajar

2.2. Permasalahan dalam pembelajaran

2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

Sub bab 2.2. Media pembelajaran menjadi 3 buku

Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN

3.1. Pengertian media

3.2. Jenis media

3.3. Manfaat media

Sub bab 2.3. Modul menjadi bab 4 buku

Bab 4 Mengenal modul

4.1. Pengertian modul

4.2. Karakteristik modul

4.3. Sistematika modul

4.4. Kelebihan modul dan seterusnya hingga sub bab dalam bab 2 selesai.

Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja, kita sudah dapat menuliskan / mengubahnya    menjadi beberapa bab dalam buku. Jadi perbanyak penjelasan teori dari bab 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus statistika yang biasanya ada di bab karya ilmiah.


  1. Berikan pengetahuan baru terkait dengan isu sekarang. Sebagai contoh, mind map dikaitkan dengan tuntutan pembelajaran abad 21 yang mengharuskan peserta didik memiliki kompetensi 4C yaitu Communications, Collaboration, Creativity, dan Critical thinking. Atau dapat juga dihubungkan mind map sebagai sebuah media efektif dalam pembelajaran di masa pandemi yang notabene jam mata pelajaran dipangkas sehingga guru tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan semua KD yang ada.

  2. Boleh menampilkan hasil penelitian tetapi jangan terlalu banyak. Hasil yang ditulis hanya data penelitian penting saja

  3. Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya bahasa bebas, karena tiap penulis punya gaya, ide, kreatifitas  sendiri sesuai pengalaman dan bahan bacaan. Semakin banyak literasi maka semakin bagus hasil tulisannya. Selain itu juga harus mengupayakan agar si pembaca memahami isi buku kita secara lengkap dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku

  4. Daftarpustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.gi.id, Jurnal ilmiah, ebook, atau karya ilmiah lainnya. Namun hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pripadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya.

  5. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan penerbit.

  1. Agar tidak dikatakan self plagiarisme, sebaiknya tidak hanya sekedar copy paste KTI kita untuk dijadikan buku. Kita harus menulis ulang setiap kalimat yang ada, namun dengan tidak mengubah arti dari kalimat yang ada di KTI asli.

Teknik parafrase akan membantu penulis katika ingin menuliskan ulang KTI nya menjadi buku.

Membuat buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita. Harus mengubahnya sesuai dengan KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya.


Materi dilanjutkan dengan tanya jawab.

Untuk pelatihan malam ini karena begitu antusias dari para peserta maka waktunya nambah sampai pukul 22.33 WIB.


Penutup

            Sebelum  pelatihan ditutup, Narasumber memberikan statement untuk para peserta apabila ingin         menjadi guru pembelajar 

  • Teruslah berkarya

  • Teruslah menulis

  • Jadikan buku sebagai muara dari tulisan-tulisan

  • Jangan khawatir tidak akan ada pembaca yang menyentuh buku anda

  • Karena suatu karya yang dikerjakan dari hati akan sampai ke hati juga dan menyentuh hati para calonpembaca.

  • Teruslah semangatttt


Pelatihan ditutup dengan mohon maaf dan salam serta terimakasih dari moderator.


Dengan mengikuti pelatihan belajar menulis PGRI pada pertemuan yang ke 6 di gelombang 24 ini, semoga semakin semangat untuk menyampaikan ide-ide agar bisa mewujudkan karya-karya yang bermanfaat bagi sesama, semangatttt…..


Salam literasi, Dwi Yanti


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI